Recovery produk launching yang gagal

Melaunching produk ialah salah satu kegiatan yang menyenangkan yang ada dalam dunia bisnis.

Anda sebagai pebisnis pastinya sudah tidak sabar mau segera hingga hari H dimana kegiatan launching produk bakal segera terlaksana. Namun seringkali kita hadapi suatu yang tidak terduga, seperti gagal ketika saat launching produk.

Ini merupakan mimpi buruk yang datangnya mendadak lalu pukul para pebisnis dan ternyata gagal dalam launching produk juga pernah dialami sama brand-brand besar.

Tahun 1985, Coca Cola gagal dalam launching produk baru mereka ‘New Coke’. Selain itu, Amazon juga alami kegagalan dalam launching produk ‘Fire Phone’.

Artikel kali ini bakal mengajak Anda buat lakukan recover terhadap kegiatan launching produk yang sebelumnya gagal.

Penasaran gimana caranya?

Mari segera kita bahas.

Melaunching Produk tapi Gagal? Pakai Taktik Berikut ini saja!
Langkah 1 : Autopsi
Loh? Autopsi? Itu bukannya istilah buat bedah mayat buat cari penyebab kematian ya? Apa hubungannya dengan kegiatan recover launching produk?

Jangan salah, kegiatan autopsi yang dimaksud di sini juga sama, yakni buat cari tahu sebuah atau sebab, namun pada arah kenapa kegiatan melaunching produk dapat gagal.

Biasanya, ada alasan yang nyata dan pastinya terukur buat suatu kejadian tidak terduga seperti itu.

Yang butuh Anda lakukan ialah investigasi dan temukan penyebabnya dan usahakan anda bisa mengajak teman anda bermain di agen slot joker.

Menganalisis Data

Hal pertama yang butuh Anda lakukan ialah analisis setiap bagian dari data seputar kegagalan produk yang Anda launching.

Mengapa? Sebab dapat jadi produk Anda bukan alasan terjadinya kegagalan, mungkin di sekitar customer journey.

Jika Anda pakai Google Analytic atau platform analisis lainnya, Anda pastinya mau mulai buat investigasi metric berikut ini :

Bounce Rate
Bounce rate ialah suatu presentase dari pengunjung yang mendarat di page, dan kemudian keluar sebelum mereka kunjungi page lain di web Anda.

Dengan selidiki bounce rate di web Anda secara per-page, Anda dapat identifikasi page yang paling lemah dan kemudian pikirkan cara buat improve buat pertahankan traffic Anda.

Buat cek bounce rate pakai GA, klik Audience > Overview.

Exit Pages
Tahui di mana Anda kehilangan audiens ialah kuncinya.
Sebagai contoh, kebanyakan dari traffic Anda meninggalkan web di bagian page checkout, Anda dapat selidiki proses checkout lebih lanjut. Anda dapat evaluasi page yang alami kebocoran dengan buka bagian Users Flow di dashboard GA Anda.

Entry Pages
Kegiatan evaluasi bukan selalu buat hal yang buruk. Dengan cari tahu page mana yang paling selalu dikunjungi audience, Anda dapat optimalkan bagian itu!

Anda dapat akses metric ini dengan ke bagian Site > Landing Pages.

Bicara sama Audience Anda

Selanjutnya, bangun engage dengan audience Anda buat cari tahu apa yang buat mereka tidak tertarik ketika saat launching produk.

Manfaatkan email list ialah cara yang sangat umum buat jangkau dan survei audience Anda.

Begitu mudah kirimkan request pada customer Anda buat minta mereka buat isi survei singkat yang ada pada platform seperti SurveyMonkey.

Di survei, Anda bisa mengajukan pertanyaan seperti :

Apa yang tidak Anda sukai dari ‘nama produk’?
Apa fitur dari ‘nama produk’ yang Anda sukai?
Apakah Anda milki saran buat tingkatkan ‘nama produk’?
Atau pertanyaan lain yang bakal bantu Anda lebih pahami kenapa kegiatan melaunching produk dapat gagal.

Anda juga dapat tawarkan diskon produk lain buat customer atau pengunjung yang isi survei. Anda juga dapat capai audience Anda di social media dengan ajukan feedback via Facebook dan Instagram, atau adakan polling via Twitter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *